Nampaknya M. Nur akan sedikit membuka dan memberikan sosialisasi seperti apa solusi yang akan dipaparkan namun sebelumnya M. Nur sedikit kometar notaben alam Belitung Timur. Ia mengomentari bahwa Belitung Timur yang memang sudah kodrat alam ciptaan Ilahi, alam Belitung Timur adalah alam wilayahnya tambang, artinya alam yang dikandung perut bumi Belitung Timur untuk ditambang, seperti diantaranya pasir kwarsa, pasir bahan bangunan, timah, tanah liat, kaolin, batu besi dan lain sebagainya.“Kenapa kekayaan alam yang dianugerahi Sang Pencipta ini harus kita sia-siakan,” tuturnya. Dikatakan, bukankah dengan hasil tambang yang sudah jelas-jelas memberikan dampak positif yang telah menjadi sumber PAD terbesar Belitung Timur, yang telah memberikan kesejahteraan bagi masyarakat kenapa mesti diperdebatkan lagi, kata M. Nur mempertanyakan.
“Kalau memang ini banyak manfaat dari dari pada mudarat kenapa tidak, kalau kita ingin bicara substansi, imbuhnya lebih jauh ia menjelaskan tentang dampak yang akan ditimbulkan, apakah setiap persoalan, kegiatan tidak ada dampak. Berbicara pariwisata tentu ada dampak yang sangat mempengaruhi faktor lingkungan sosial kehidupan, butuh waktu dan anggaran yang tidak sedikit untuk membangun infrastuktur, membangun jaringan serta mempromosikan dengan berbagai event organizer. “Ini semua butuk biayakan dan dari mana biaya ini kalau bukan dari PAD. Sementara ini PAD yang diperoleh Pekab Beltim bukanlah demi hasil dari PAD tambang,” kata M. Nur mempertanyakan.
Sekali lagi kata M. Nur, lebih banyak manfaat dari pada mudarat. Mari kita berfikir sehat demi pembangunan yang sedang berlangsung ini,” tuturnya.
(Helmi M.F)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !